Selasa, 02 Juli 2013

Ada surat merah jambu di inbox mu


 - 
Bahaya Ta’arufan Dadakan via Dumay; Iseng2 Berhadiah –curhat seorang teman utk nasehat ke semua teman- Simak kultwitnya ya
1.Selain via ortu/wali, ada yang coba cari belahan hatinya dengan mencari sendiri tanpa mak comblang

2.Mugkin krn ada yang malu mengungkapkan keinginannya untuk menikah kepada orang lain

3.Atau mungkin ada yang tidak mudah percaya orang lain untuk pencarian jodoh, sehingga pilih mencari sendiri.

4.Tapi ada yang pilih jalan ini, sebenarnya hanya karena iseng-iseng, macam iseng-iseng berhadiah.

5.Ya, gak dipungkiri apalagi sekarang banyak media sosial, dengan media itu, sesuatu yang pribadi tak lagi privasi

6.Jejaring sosial facebook or twitter jadi ajang curcol alias curhat colongan tentang masalah2 pribadi

7.Bukan karena kebetulan, tapi secara sengaja ada yang update status nyerempet masalah2 nikah, lalu dikoment teman2ya

8.Ada yang menyebutnya perilaku seperti itu sebagai akhwat ganjen or ikhwan genit. Suka mampir di status lawan jenisnya.

9.Berawal dari komentar, suka, bagikan itulah, klo kebtulan nyambung ada yang berani ajak ngobrol via chating

10.Yang kurang berani, biasanya kirim via inbox, entah apa yang dikirim. Mungkin awalnya pesan biasa, tapi setelah itu? Entahlah

11.Nah, mereka lupa kalau mereka lawan jenis apalagi single, pasti ada daya magnet luar biasa tarik menarik, antara keduanya

12.Disitulah, ide iseng2 berhadiah muncul. Mski blm ketemu ato lihat fotonya, siapa tahu cantik, apalagi klo sholehah. Rejeki nomplok

13.Kesiapan nikah yang harusnya disiapkan jauh2 hari, tapi gara2 sering ngobrol, hanya dlm detik berubah jadi sudah siap

14.Entah itu kesiapan yang terpaksa, ataukah benar2 siap. Nekad ataukah sudah butuh untuk nikah. Pertimbangan itu diabaikan

15.Tapi, yang jelas fenomena jejaring sosial sebagai ajang ta’aruf dadakan, harus jadi renungan kita bersama


16.Jangan-jangan kita menyatakan ta’aruf dengan lawan jenis kita, bukan karena faktor kesiapan tapi faktor kebetulan

17.Pun yang menerima ta’aruf juga memakai jurus yang sama, jurus aji mumpung. Jika ini benar adanya, kita perlu berhati2

18.Karena pernikahan bukan aji mumpung, tapi pernikahan adalah pilihan hidup untuk mengakhiri masa kesendirian kita

19.Meski sebenarnya facebook or twitter cuma alat komunikasi dengan orang yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal

20.Dan dari segi fakta empiris, memang ada beberapa teman yang menemukan jodohnya lewat dunia maya. Tapi ini bukan dalil

21.Bukan disitu persoalannya. Persoalannya bukan dunia mayanya, tapi perilaku kita yang harus tetap dalam kontrol hukum syara

22.Karena media jejaring sosial, hanya alat. Kitalah sebagai penggunanya yang harus terkenai ‘hukum’

23.Karena pelanggaran tidak hanya di dunia maya, di dunia nyata pun bisa saja terjadi pelanggaran

24.Dulu, ketika belum ada jejaring sosial, ada telepon, handphone, maka bisa saja ketemuan dan melakukan pelanggaran syariat

25.Bahaya. Apalagi bagi yang tidak paham dengan hukum pergaulan dengan lawan jenis dalam Islam

26.Maka dalam hal perjodohan dengan hunting sendiri ini, bukan apa2 sebagai sikap kehati-hatian kita. Jangan dipilih

27.Jika ada yang memilih cara ini, sebaiknya diletakkan di akhir. Setelah meminta ke ortu, saudara atau makcomblang juga tidak bisa

28.Tentang rasa malu, takut mengungkapkan kepada orang tua, saudara, atau teman untuk jadi perantara jodoh, gak perlu dipertahankan

29.Jika akhirnya, memilih jalur ini, sebaiknya tetap harus disertai pendamping, bisa saudara, teman, ustadz, musyrif, murobi, dsb

30.Istilahnya kita ‘pinjam mulut’ mereka untuk menyampaikan maksud kita, sekaligus untuk mendampingi proses ta’aruf

31.‘Ah, saya bisa jaga diri koq’,| itu mungkin dalih pembelaan yang muncul. Ini bukan persoalan bisa berdalih jaga diri atau nggak

32.Yang pacaran aja, juga bilang ‘jaga diri’. Tapi sekali lagi, ini sebagai langkah kehati-hatian kita

33.Apalagi klo kita aktivis Islam, tingkah laku kita akan jadi sorotan. Di dunia maya or dunia nyata | Allah Maha Tahu. Wallahu’alam. 

Senin, 01 Juli 2013

KETIKA PARA GADIS MENANGIS KARENA IDOLANYA

... KETIKA PARA GADIS MENANGIS KARENA IDOLANYA ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Wahai adik-adikku yang dirahmati Allah, tidak tahukah kalian bila Nabi Muhammad sebelum ajalnya menangisi dan memanggil kita..? "Ummati, Ummat i...." lirih suara Nabi. Beliau khawatir kepada kita, umatnya. Beliau menangisi kita ...

Wahai adik-adikku yang dirahmati Allah, tahukah siapa yang menjadi perhiasan dunia sekaligus tiang negara ...? ya kalian adik -adik perempuan yang kelak akan menjadi ibu bagi putra-putri kalian.

Lantas mengapa kalian rela berdesak-desakan di bandara berdesak-sesak menunggu kehadiran para pemuda tampan dari Korea itu ...? Kalian menangis saat mereka tidak menemui kalian.

Mengapa kalian rela melalaikan ibadah dan justru memperbanyak memuja mereka ...??

Tahukah adik-adiku, sebenarnya mereka sama sekali tidak perduli dengan nasib kalian kelak di akherat. MEREKA TIDAK MENGENALI KALIAN DI ALAM AKHIRAT. Dan mereka tidak bisa memberi keselamatan saat api neraka menjilat memanggil kita.

Beri!ah satu ruang kosong di hati kalian, khusus hanya untuk satu idola kalian, Nabi Muhammad. Mengapa harus Nabi, bukan Super Junior, atau Justin Bieber?

Allah menjawab : ...

"Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah"
(Surah Al Ahzab 33:21)

Suju, Justin dan manusia itu hanyalah makhluk biasa. Jangan beri kepada mereka sikap cinta berlebih karena mereka cute, kata kalian .. KeCUTEan mereka tidak akan menyelamatkan kalian dari neraka dan keCUTEan mereka juga tidak menyebabkan kalian dimasukkan ke dalam rahmat Allah.

Perbanyak shalawat pada nabi, pakailah jilbab, jaga kehormatan, kerjakan shalat dan puasa, itulah tanda kalian mengidolakan Nabi Muhammad .. yang super,super dan lebih super jutaan kali dari bintang idola kalian itu ...

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Wahai adik-adikku yang dirahmati Allah, tidak tahukah kalian bila Nabi Muhammad sebelum ajalnya menangisi dan memanggil kita..? "Ummati, Ummat i...." lirih suara Nabi. Beliau khawatir kepada kita, umatnya. Beliau menangisi kita ...

Wahai adik-adikku yang dirahmati Allah, tahukah siapa yang menjadi perhiasan dunia sekaligus tiang negara ...? ya kalian adik -adik perempuan yang kelak akan menjadi ibu bagi putra-putri kalian.

Lantas mengapa kalian rela berdesak-desakan di bandara berdesak-sesak menunggu kehadiran para pemuda tampan dari Korea itu ...? Kalian menangis saat mereka tidak menemui kalian.

Mengapa kalian rela melalaikan ibadah dan justru memperbanyak memuja mereka ...??

Tahukah adik-adiku, sebenarnya mereka sama sekali tidak perduli dengan nasib kalian kelak di akherat. MEREKA TIDAK MENGENALI KALIAN DI ALAM AKHIRAT. Dan mereka tidak bisa memberi keselamatan saat api neraka menjilat memanggil kita.

Beri!ah satu ruang kosong di hati kalian, khusus hanya untuk satu idola kalian, Nabi Muhammad. Mengapa harus Nabi, bukan Super Junior, atau Justin Bieber?

Allah menjawab : ...

"Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah"
(Surah Al Ahzab 33:21)

Suju, Justin dan manusia itu hanyalah makhluk biasa. Jangan beri kepada mereka sikap cinta berlebih karena mereka cute, kata kalian .. KeCUTEan mereka tidak akan menyelamatkan kalian dari neraka dan keCUTEan mereka juga tidak menyebabkan kalian dimasukkan ke dalam rahmat Allah.

Perbanyak shalawat pada nabi, pakailah jilbab, jaga kehormatan, kerjakan shalat dan puasa, itulah tanda kalian mengidolakan Nabi Muhammad .. yang super,super dan lebih super jutaan kali dari bintang idola kalian itu ...

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...